
Jakarta, (5/5) – Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang kian kompleks. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII), yang berlangsung pada Senin (4/5/2026).
Sekretaris Kemenko PMK, Imam Machdi, menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti LDII memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan berbasis komunitas. Ia menilai kontribusi tersebut telah terlihat nyata di tengah masyarakat.
“Kontribusi warga LDII sangat nyata, terutama dalam mendukung program kesehatan berbasis komunitas. Ini menjadi kekuatan penting dalam pembangunan manusia,” ujar Imam.
Ia menjelaskan bahwa jaringan LDII hingga tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) berpotensi menjadi model penguatan program kesehatan berbasis masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut juga sejalan dengan konsep integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Sementara itu, Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LISDAL) DPP LDII, Dicky Budiman, menegaskan bahwa tantangan kesehatan ke depan tidak bisa ditangani secara sektoral. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang sebagai fondasi ketahanan kesehatan global.
“Penguatan kolaborasi multisektor menjadi kunci dalam membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan di masa depan,” kata Dicky.
Dicky menuturkan bahwa pendekatan One Health dan Planetary Health menjadi strategi penting dalam menjawab kompleksitas ancaman kesehatan saat ini. Ia menyebutkan bahwa kedua konsep tersebut mengedepankan keterkaitan erat antara manusia, lingkungan, dan ekosistem.
Menurutnya, penerapan konsep ini bukan hanya sebatas kebijakan, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku di tingkat individu. Ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi.
“One Health sudah menjadi aksi global. Setiap individu diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan agar tidak rusak,” ujarnya.
Sebagai epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky juga menambahkan bahwa langkah sederhana dapat memberikan dampak besar dalam mencegah potensi wabah. Ia mencontohkan kebiasaan sehari-hari seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, serta memastikan konsumsi makanan yang aman.
“Tindakan kecil seperti ini memiliki dampak besar dalam mencegah munculnya wabah maupun masalah kesehatan lainnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dicky turut berdiskusi langsung dengan Menteri Koordinator PMK, Pratikno. Ia menilai bahwa penguatan kapasitas masyarakat menjadi pondasi utama dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia berharap pertemuan ini menjadi titik awal bagi kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mendorong transformasi kesehatan nasional.
“Harapannya, ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat dalam mendorong transformasi kesehatan masyarakat Indonesia melalui pendekatan One Health dan Planetary Health,” pungkasnya.
