
Aceh Tengah – Upaya menjaga kedamaian dan persatuan di Aceh dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, serta warga menjadi modal penting untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Pandangan tersebut mengemuka dalam Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang digelar di Lapangan Pacuan Kuda, Kampung Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Minggu (30/8/2026). Ketua DPD LDII Kabupaten Aceh Tengah Tgk. H. Marlan, SE turut hadir bersama ribuan masyarakat dataran tinggi Gayo dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tengah.
Ketua DPD LDII Aceh Tengah Tgk. H. Marlan mengatakan, apel kebangsaan menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kedamaian merupakan tanggung jawab bersama.
“Menjaga kedamaian bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Karena itu, kami dari LDII Aceh Tengah mendukung kegiatan seperti ini sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan berbagai unsur masyarakat dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Ia menilai, komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, berbagai potensi persoalan di tengah masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita terus membangun komunikasi, saling menghargai, dan mengedepankan kepentingan bersama. Dengan kebersamaan, insyaallah Aceh akan tetap aman, damai, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman,” katanya.

Tgk. H. Marlan menambahkan, semangat kebangsaan perlu terus dirawat melalui kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan.
“Kita ingin suasana damai ini terus dijaga. Mari kita bersama-sama merawat persatuan, memperkuat ukhuwah, dan menjaga Aceh agar tetap aman, tertib, serta damai demi kebaikan masyarakat dan generasi yang akan datang,” tutupnya.
Apel Kebangsaan Indonesia Damai tersebut dirangkai dengan deklarasi dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat dataran tinggi Gayo untuk memperkuat komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di Aceh.
Momentum tersebut sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dengan unsur pemerintahan dan aparat keamanan. Kehadiran ribuan warga menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mendukung terciptanya suasana yang kondusif di wilayah Aceh Tengah.
Selain apel kebangsaan, kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui ajang sport tourism pacuan kuda. Tradisi pacuan kuda yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Gayo tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang interaksi sosial dan hiburan masyarakat.
Kegiatan pacuan kuda diharapkan turut memberikan suasana positif bagi masyarakat setelah menghadapi berbagai kondisi sulit pascabencana. Kehadiran masyarakat dalam suasana kebersamaan menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat dan optimisme warga.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, dan Bupati Gayo Lues Suhaidi.
Turut hadir Wakil Bupati Aceh Tengah Muhcsin Hasan, Ketua MPU Aceh Tengah Amri Jalaludin, Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie, Kajari Aceh Tengah Hendri Yanto, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufik, Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febri Adyanto, Ketua PN Fatria Gunawan, Ketua MS Wein Suhada, para kepala SKPK, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk PP Pordasi dan Pembela Tanah Air (PETA) Aceh Tengah.
