DPW LDII Provinsi Aceh
Nasehat

Beruntung Orang Beriman yang Khusyuk dalam Shalatnya

Ustad. Syafruddin.

Banda Aceh – Menjaga shalat dengan khusyuk dan tepat waktu, menjauhi perbuatan zina, serta memelihara amanah merupakan ciri utama orang-orang beriman yang dijanjikan keberuntungan dan surga oleh Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Syafruddin dalam nasihat agama usai shalat Jumat, Jumat (2/1), di Masjid Al Mukmin, Banda Aceh. Dalam tausiah singkatnya, ia mengajak jamaah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, khususnya yang termaktub dalam Surat Al-Mu’minun ayat 1 sampai 11.

Ustad Syafruddin menjelaskan bahwa Allah SWT telah menegaskan keberuntungan bagi orang-orang beriman yang menjaga kualitas shalatnya. Menurutnya, shalat bukan sekadar kewajiban rutin, melainkan cerminan keimanan seorang hamba.
“Allah berfirman, qad aflaha al-mu’minun, sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya,” ujarnya mengutip QS Al-Mu’minun ayat 1–2.

Ia menekankan bahwa shalat lima waktu harus dijaga dengan sungguh-sungguh, baik dari segi waktu maupun kekhusyukan dalam pelaksanaannya. Ia mengingatkan jamaah agar tidak melalaikan shalat karena kesibukan dunia.
“Shalat itu wajib dijaga waktunya, jangan sampai kita sibuk dengan urusan dunia lalu mengabaikan panggilan Allah,” katanya.

Selain itu, ia juga menganjurkan pelaksanaan shalat berjamaah karena memiliki keutamaan dan pahala yang lebih besar. “Shalat berjamaah, baik di masjid maupun di rumah bersama keluarga, memiliki pahala yang besar dan menjadi pendidikan iman bagi anak-anak,” tuturnya.

Ia turut mengingatkan bahaya perbuatan lahan yakni pekerjaan sia-sia dan melalaikan, terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kemudahan akses hiburan melalui gawai dapat menjauhkan seseorang dari mengingat Allah jika tidak dikendalikan.
“Sekarang perbuatan yang melalaikan itu ada di saku kita masing-masing. Jika tidak dijaga, handphone bisa membuat kita lalai dari ibadah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa orang beriman adalah mereka yang mampu menjauhkan diri dari perbuatan lahan, sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Mu’minun ayat 3.
“Orang beriman itu berpaling dari perbuatan lahan yang bisa melalaikan dari ingat kepada Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan jamaah agar menjaga diri dari perbuatan zina, yang merupakan dosa besar dengan ancaman azab yang berat dari Allah SWT. Ia menegaskan bahwa larangan tersebut bertujuan menjaga kehormatan dan kemuliaan manusia.
“Zina adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah, dan balasannya adalah azab neraka bagi pelakunya, dimana hukumannya adalah rajam bagi muhsan dan cambuk bagi goiru muhsan” tegasnya.

Tak kalah penting, Ustad Syafruddin juga menekankan kewajiban menjaga amanah. Menurutnya, amanah terbesar manusia adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh rasa takut dan taat kepada-Nya.
“Amanah untuk beribadah dan takut kepada Allah adalah amanah terbesar yang harus dijaga oleh setiap manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan tentang janji Allah SWT bagi orang-orang beriman yang mampu menjaga shalat, kehormatan diri, serta amanah. Balasan bagi mereka, kata dia, adalah surga Firdaus yang kekal.
“Jika semua itu dijaga, Allah menjanjikan surga Firdaus, dan mereka akan kekal di dalamnya,” pungkasnya.

Related posts

1 comment

Syafruddin 2 Januari 2026 at 3:14 pm

Semoga Alloh paring barokah

Reply

Leave a Comment