
Jakarta, 8 Januari 2026 – Musyawarah Nasional (Munas) VI PERSINAS ASAD Tahun 2026 secara resmi menetapkan Marsma TNI (Purn) H. Sukur sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD masa bakti 2026–2031. Dalam forum yang berlangsung khidmat tersebut, H. Sukur didampingi Weda Hendragiri, S.Pd., MM sebagai Sekretaris Umum dan Ridhan Nandari, S.Pd., SE sebagai Bendahara Umum. Penetapan ketiganya dilakukan secara aklamasi oleh seluruh peserta Munas.
Proses pemilihan pimpinan PB PERSINAS ASAD berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para perwakilan pengurus provinsi yang hadir menyatakan sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada H. Sukur untuk menahkodai organisasi pencak silat ASAD selama lima tahun ke depan sebagai bentuk kepercayaan atas kapasitas dan integritasnya.
Usai ditetapkan, H. Sukur menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi secara kolektif. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan PERSINAS ASAD tidak dapat dijalankan secara personal.
“Saya menyadari bahwa kepemimpinan ini tidak mungkin berjalan sendiri. Diperlukan arahan Guru Besar, dukungan Dewan Pembina, serta kerja sama seluruh pengurus, khususnya di daerah,” ujar H. Sukur dalam sambutannya.
Menurutnya, keterbatasan struktur pengurus pusat menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh warga PERSINAS ASAD di berbagai daerah. Oleh sebab itu, ia menilai peran pengurus provinsi hingga kabupaten/kota sangat strategis dalam menjalankan roda organisasi.
H. Sukur juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus memperkuat komunikasi dan menjadikan musyawarah sebagai dasar dalam menyusun serta melaksanakan program kerja.
“Soliditas dan kekompakan adalah kunci. Pembinaan pencak silat ASAD hanya akan berhasil jika mekanisme organisasi dijalankan secara konsisten dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap program organisasi harus dilandasi niat yang ikhlas dan orientasi pengabdian. Menurutnya, menjaga dan mengembangkan pencak silat ASAD bukan sekadar tugas struktural, melainkan amanah moral yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Dalam kesempatan itu, H. Sukur juga menyatakan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan dari seluruh elemen organisasi. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan dijalankan secara kolektif dengan berpegang pada arahan Guru Besar.
“Saya bukan orang yang selalu benar. Karena itu, saya membuka diri terhadap saran dan nasihat demi kebaikan organisasi,” katanya.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PB PERSINAS ASAD periode sebelumnya, Agus Susarso, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan pelaksanaan Munas VI PERSINAS ASAD.
Menutup sambutannya, H. Sukur berharap amanah yang diembannya dapat dijalankan dengan lancar dan penuh keberkahan. Dengan semangat persaudaraan, ia optimistis PERSINAS ASAD ke depan akan semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pencak silat Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
