
Bireuen – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen pada penghujung Desember 2025 lalu menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi. Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah organisasi kemasyarakatan dari Sabah, Malaysia, hadir langsung ke Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas.
“Musibah yang dialami saudara-saudara kami di Aceh juga kami rasakan di Malaysia. Karena itu, kami datang membawa amanah masyarakat untuk membantu,” ujar Koordinator Relawan, Ridzwan bin Sawaah, Senin, (5/1).
Penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di Gedung Serbaguna DPD LDII Bireuen dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Rombongan relawan dipimpin langsung oleh Ridzwan bin Sawaah yang mewakili dua NGO, yakni Pertubuhan Amal Sukarelawan Haji Sabah dan Pertubuhan Kebajikan Sukarelawan Lahad Datu Sabah.
“Kami ingin memastikan bantuan ini sampai langsung kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus memberi dukungan moral agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan,” kata Ridzwan.
Kedatangan relawan dari Malaysia disambut oleh jajaran pengurus LDII Kabupaten Bireuen. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Bireuen, Mansyuryadi, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian para donatur.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keikhlasan masyarakat Malaysia yang telah jauh-jauh datang untuk membantu warga Bireuen,” ucap Mansyuryadi.
Ia menilai bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para korban bencana untuk bangkit dari keterpurukan. Menurutnya, kehadiran relawan lintas negara menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan sesama bangsa serumpun.
“Ini bukan sekadar bantuan dana, tetapi juga bukti nyata bahwa kami tidak sendirian menghadapi musibah ini,” lanjutnya.
Bantuan utama yang disalurkan berupa dana tunai yang berasal dari donasi masyarakat Malaysia. Dana tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak pascabencana, termasuk perbaikan rumah ringan dan pemulihan usaha kecil yang terdampak banjir.
“Dana ini kami harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga untuk kebutuhan yang belum terjangkau bantuan logistik harian,” kata Mansyuryadi.
Selain di Bireuen, tim relawan juga telah menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah lain di Provinsi Aceh yang terdampak cukup parah. Penyaluran bantuan dimulai dari wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara sebelum akhirnya tiba di Bireuen.
“Perjalanan kami belum selesai. Setelah ini kami masih akan bergerak ke beberapa titik bencana lainnya di Aceh agar bantuan dapat tersalurkan secara merata,” ujar Ridzwan.
Tak hanya membawa bantuan dana, rombongan relawan dari Sabah juga menyalurkan bantuan fisik berupa kebutuhan logistik, obat-obatan, serta alat penyaring air bersih yang sangat dibutuhkan warga di masa pemulihan pascabencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan membantu mereka kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” tutup Ridzwan.
Aksi kemanusiaan lintas negara ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh. Kehadiran relawan dari Malaysia menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan persaudaraan mampu melampaui batas negara.
