DPW LDII Provinsi Aceh
Nasional

Staf Khusus Menko PMK Kunjungi DPP LDII, Bahas Penguatan SDM dan Sinergi Ormas

Staf Khusus Menko PMK Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor DPP LDII di Jakarta, Jumat (9/1/2025).

Jakarta, (10/1) – Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Kunjungan tersebut dilatarbelakangi adanya kesamaan pandangan antara Kemenko PMK dan LDII terkait penguatan sumber daya manusia (SDM) serta peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan nasional.

Ahmad Nurwahid menjelaskan, meskipun kunjungan itu bersifat informal, kesamaan visi membuat pertemuan berlangsung secara serius dan produktif. Ia menyebut LDII sebagai salah satu ormas yang memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan SDM di masyarakat.

“Ini memang kunjungan informal, tetapi karena sudah satu persepsi, suasananya terasa formal. Alhamdulillah saya bisa bersilaturahim ke LDII,” ujar Ahmad Nurwahid.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari tugas Kemenko PMK dalam mendorong terwujudnya SDM unggul melalui sinergi lintas sektor, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, sejumlah program strategis yang digagas pemerintah ternyata telah dijalankan LDII di tingkat akar rumput.

“Banyak program Kemenko PMK yang ternyata sudah diimplementasikan oleh LDII. Ke depan, tinggal memperkuat sinergi dan kolaborasi agar dampaknya lebih luas,” katanya.

Mantan Direktur Deradikalisasi BNPT RI itu juga menyoroti pentingnya membangun inklusivitas, khususnya dalam komunikasi sosial. Ia mengakui masih adanya stigma negatif terhadap LDII di ruang publik yang memerlukan pendekatan sosialisasi berkelanjutan, terutama di era digital.

“Di luar sana memang masih ada stigma yang berkembang. Karena itu, komunikasi sosial yang inklusif perlu terus diperkuat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ungkapnya.

Dalam pandangan teori sosial, lanjut Ahmad Nurwahid, perubahan terhadap struktur sosial yang telah mengakar tidak bisa dilakukan secara instan. Namun, melalui pendekatan yang terukur, dialogis, dan inklusif, perubahan tersebut dapat berjalan lebih cepat tanpa menimbulkan gesekan sosial.

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan dikotomi antara nilai keagamaan dan kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai agama sejatinya mengandung semangat kebangsaan yang mampu memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Ketika kita berbicara tentang agama, di dalamnya juga ada kebangsaan. Inilah yang membuat Indonesia tetap inklusif di tengah pluralitas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyambut positif kunjungan Staf Khusus Menko PMK tersebut. Ia menilai pertemuan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara LDII sebagai kekuatan sosial masyarakat dengan pemerintah sebagai pemegang otoritas negara.

“Kami adalah kekuatan sosial yang perlu berjalan seiring dengan pemilik otoritas. Sinergi ini penting agar pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan lebih optimal,” ujar KH Chriswanto.

Ia berharap silaturahim tersebut menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan, khususnya dalam program pembinaan kebangsaan dan penguatan wawasan nasional, seperti Sekolah Virtual Kebangsaan yang selama ini melibatkan berbagai lembaga negara.

“Kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment