
Waspada Tautan Asing di WhatsApp, Satu Klik Bisa Berujung Petaka – Pesan WhatsApp berisi tautan dari nomor tak dikenal kini makin sering menghampiri pengguna. Sekilas, isinya terlihat wajar—mulai dari undangan acara, penawaran promo, hingga klaim informasi penting. Namun di balik tampilan yang tampak meyakinkan itu, tersembunyi ancaman serius yang bisa membahayakan keamanan akun dan data pribadi.
Tak sedikit pengguna yang lengah dan langsung menekan tautan tersebut. Padahal, satu klik saja dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyusup, mengambil alih akun, hingga menguras informasi sensitif tanpa disadari korban.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya kasus penipuan digital yang kian canggih. Pelaku memanfaatkan kelengahan, rasa penasaran, hingga kepanikan pengguna. Banyak korban baru menyadari telah tertipu setelah akun WhatsApp diretas, data pribadi bocor, atau bahkan saldo keuangan hilang.
Oleh karena itu, pemahaman tentang ciri-ciri tautan berbahaya serta langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting. Berikut sejumlah tanda link WhatsApp yang patut diwaspadai, merujuk pada panduan resmi WhatsApp dan pola umum penipuan digital.
Salah satu ciri yang sering ditemui adalah penggunaan karakter mirip huruf atau look-alike characters. Contohnya, alamat situs yang tampak normal, tetapi ternyata menggunakan simbol atau karakter asing yang menyerupai huruf tertentu sehingga sulit dikenali sekilas.
Selain itu, banyak tautan mencoba meniru domain resmi. Sekilas terlihat mengarah ke WhatsApp, bank, atau layanan populer lainnya, padahal domain tersebut palsu atau ditambah kata-kata aneh yang tidak lazim digunakan situs resmi.
Ciri lainnya adalah susunan URL yang tidak wajar, seperti kombinasi simbol, angka, dan huruf asing yang jarang ditemukan pada alamat situs terpercaya. Link semacam ini sering kali menjadi pintu masuk ke situs berbahaya.
Tak jarang pula pesan tersebut menawarkan hadiah fantastis atau promo berlebihan—tiket gratis, bonus uang, atau klaim kemenangan undian—yang bertujuan memancing korban agar segera mengklik tanpa berpikir panjang.
Teknik tekanan juga kerap digunakan. Pesan biasanya bernada mendesak, seperti ancaman pemblokiran akun, hadiah akan hangus, atau permintaan verifikasi segera. Situasi ini dirancang agar pengguna panik dan bertindak tergesa-gesa.
Perlu diwaspadai pula jika tautan dikirim langsung dari nomor WhatsApp yang tidak dikenal, apalagi tanpa penjelasan yang jelas. Setelah diklik, situs tujuan sering meminta data pribadi seperti login akun, kode OTP, nomor telepon, atau informasi sensitif lainnya.
Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari link mencurigakan di WhatsApp?
Langkah pertama adalah membaca pesan dengan saksama sebelum mengklik apa pun. Perhatikan konteks, bahasa, dan tujuan pesan. Pesan penipuan umumnya tidak memiliki penjelasan jelas atau sengaja dibuat menimbulkan kepanikan.
WhatsApp juga menyediakan sistem peringatan otomatis. Jika sebuah tautan terindikasi berbahaya, akan muncul tanda peringatan akibat adanya karakter atau pola URL yang mencurigakan.
Sebelum membuka link, pengguna dapat mengarahkan kursor (di WhatsApp Web) atau menekan dan menahan tautan (di ponsel) untuk melihat detail alamat situs. Dari situ, biasanya terlihat perbedaan kecil atau karakter aneh yang luput dari perhatian.
Jika muncul peringatan, WhatsApp memberi opsi untuk melanjutkan atau kembali ke chat. Apabila masih ragu, pilihan paling aman adalah kembali ke obrolan dan tidak membuka tautan tersebut.
Perlu dipahami pula bahwa WhatsApp melakukan pengecekan link secara otomatis langsung di perangkat pengguna, bukan melalui server. Dengan sistem enkripsi end-to-end, isi pesan tetap tidak dapat dibaca oleh WhatsApp sehingga privasi pengguna tetap terjaga.
Yang terpenting, hindari mengisi data pribadi apa pun dari tautan asing. Permintaan login, kode OTP, atau informasi sensitif lainnya hampir selalu menjadi indikasi penipuan.
Pada akhirnya, kewaspadaan pengguna adalah benteng utama menghadapi maraknya link berbahaya di WhatsApp. Meski berbagai fitur keamanan telah disediakan, risiko tetap mengintai jika pengguna lengah dan terburu-buru.
Dengan membiasakan diri memeriksa setiap tautan, mengenali tanda-tanda mencurigakan, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi, pengguna dapat melindungi akun dan informasi pribadinya dari ancaman kejahatan digital yang semakin beragam.
