DPW LDII Provinsi Aceh
Kesehatan

Sering Begadang? Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai Tubuh

Ilustrasi.

Banda Aceh, LDII Aceh – Kebiasaan tidur hingga larut malam masih menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Alasannya beragam, mulai dari tuntutan pekerjaan, keperluan akademik, hingga terlalu lama menatap layar ponsel. Sayangnya, pola tidur seperti ini kerap dianggap wajar, padahal menyimpan ancaman serius bagi kesehatan.

Berdasarkan keterangan dari Johns Hopkins Medicine, kondisi kurang tidur atau sleep deprivation dapat memengaruhi hampir seluruh fungsi tubuh. Begadang yang dilakukan secara terus-menerus berisiko memicu gangguan metabolisme, meningkatkan tekanan darah, hingga memperbesar peluang terkena diabetes dan penyakit jantung akibat minimnya waktu pemulihan tubuh.

Tak hanya berdampak secara fisik, kurang tidur juga berpengaruh besar terhadap kesehatan mental. Informasi dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa tidur yang tidak cukup dapat menurunkan fokus, melemahkan daya ingat, serta mengganggu kestabilan emosi. Jika berlangsung lama, kondisi ini berpotensi memicu stres hingga gangguan suasana hati.

Risiko yang lebih serius juga diungkap dalam penelitian Journal of the American Heart Association. Studi tersebut menemukan bahwa orang dengan kebiasaan tidur larut malam memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gangguan pada jantung dan sistem pembuluh darah dibandingkan mereka yang menjaga pola tidur teratur.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh turut terdampak akibat kurang tidur. Johns Hopkins Medicine mencatat bahwa individu yang sering begadang cenderung lebih mudah terserang penyakit dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama saat jatuh sakit.

Para pakar kesehatan pun mengingatkan pentingnya menjaga durasi tidur ideal. Orang dewasa dianjurkan untuk tidur antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam secara konsisten sebagai upaya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.

Related posts

Leave a Comment