
Banda Aceh – Pemuda LDII Kota Banda Aceh memanfaatkan momentum akhir pekan untuk memperkuat kebersamaan melalui kegiatan mini soccer yang digelar di Lapangan Urban Kick, Banda Aceh, Minggu (1/2). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga lewat aktivitas olahraga yang menyehatkan dan membangun solidaritas.
Salah satu pemuda LDII Kota Banda Aceh, Rifqi Abror, menyampaikan bahwa mini soccer dipilih sebagai sarana mempererat silaturahim sekaligus menjaga kebugaran fisik para pemuda. Menurutnya, olahraga menjadi pelengkap dari berbagai aktivitas pembinaan yang selama ini berjalan. “Selain mengaji dan kegiatan keagamaan, kami juga mendorong pemuda untuk aktif berolahraga agar tubuh sehat dan semangat kebersamaan terus terjaga,” ujar Rifqi.
Ia menjelaskan, sepak bola dan mini soccer memiliki karakter yang menuntut kerja sama tim, disiplin, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut, kata Rifqi, sejalan dengan pembinaan karakter yang selama ini ditanamkan dalam lingkungan LDII. “Di lapangan kami belajar kompak, saling menghargai, dan menjaga etika bermain,” katanya.
Rifqi menambahkan bahwa aktivitas fisik sangat penting bagi pemuda di tengah gaya hidup modern yang cenderung pasif. Dengan berolahraga bersama, para pemuda tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat ikatan sosial. “Setelah bermain, badan lebih segar dan hubungan antarteman juga semakin dekat,” ucapnya.
Sementara itu, pemuda LDII Kota Banda Aceh lainnya, Muhammad Siddiq, menilai kegiatan mini soccer mencerminkan wajah LDII yang aktif dan adaptif. Menurutnya, LDII tidak hanya dikenal melalui kegiatan dakwah seperti pengajian dan pembinaan akhlak, tetapi juga melalui aktivitas sosial dan olahraga. “Kami ingin menunjukkan bahwa LDII hadir secara utuh, membina rohani sekaligus jasmani,” kata Siddiq.
Ia menuturkan bahwa olahraga menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan tanpa harus melalui forum formal. Dalam suasana santai di lapangan, komunikasi antarpemuda berjalan lebih cair dan akrab. “Dari olahraga, rasa memiliki dan kekeluargaan itu tumbuh dengan alami,” ujarnya.
Muhammad Siddiq berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin pemuda LDII Kota Banda Aceh. Dengan adanya kegiatan positif, pemuda memiliki ruang ekspresi yang sehat dan produktif. “Kalau rutin, manfaatnya bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga untuk kekompakan organisasi,” tutupnya.
