
Banda Aceh – Pengurus DPW LDII Provinsi Aceh mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 yang digelar secara hybrid dan terpusat di DPP LDII, dengan partisipasi daerah melalui studio masing-masing. Di Aceh, kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Serba Guna Dayah Al Mukmin, Lamgugob, Banda Aceh, Senin (16/2/2026), dihadiri Ketua DPW LDII Provinsi Aceh Marzuki Ali, Sekretaris Agam Safriadi, Dewan Penasehat H. Syafruddin, serta jajaran pengurus lainnya.
Ketua DPW LDII Provinsi Aceh Marzuki Ali menegaskan bahwa pihaknya menyambut serius arahan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso yang membuka Rapimnas bertema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII Untuk Bangsa”. “Apa yang disampaikan Ketua Umum menjadi pedoman bagi kami di daerah untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan kontribusi LDII benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Rapimnas sebagai forum tertinggi kedua setelah Munas memiliki arti strategis dalam menjaga legalitas dan kesinambungan program organisasi. Menurutnya, DPW LDII Aceh memandang forum tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk menyelaraskan langkah daerah dengan kebijakan nasional.
“Rapimnas bukan hanya formalitas, tetapi ruang konsolidasi agar keputusan organisasi tetap sah dan terarah. Kami di Aceh siap menjalankan keputusan tersebut sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” kata Marzuki Ali.
Terkait penegasan DPP LDII tentang pentingnya menyiapkan legacy positif menjelang berakhirnya masa bakti 2021-2026, ia menilai pesan tersebut sangat relevan bagi seluruh jajaran kepengurusan di daerah. Transisi kepemimpinan, lanjutnya, harus dipersiapkan dengan matang agar tidak menghambat jalannya program pengabdian kepada masyarakat.
“Kami mendukung penuh konsep smooth landing atau transisi yang mendarat mulus. Kepengurusan baru nantinya harus bisa langsung bekerja tanpa terbebani persoalan administratif maupun program yang belum tuntas,” tegasnya.
Menanggapi rencana pelaksanaan Munas X LDII pertengahan 2026, Marzuki Ali mengatakan DPW LDII Aceh siap memberikan aspirasi terbaik dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Ia juga memahami perlunya fleksibilitas waktu sebagaimana disampaikan Ketua Umum DPP LDII.
“Mandat fleksibilitas itu penting agar Munas dapat dilaksanakan dalam kondisi yang benar-benar siap, baik secara substansi maupun teknis. Kami di Aceh siap menyesuaikan dan berkontribusi aktif dalam setiap tahap persiapan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah DPP LDII yang telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga negara seperti Ketua MPR, Lemhannas, serta kementerian terkait. Menurutnya, sinergi tersebut akan memperkuat posisi LDII sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.
“Kerja sama yang lebih formal dan operasional tentu akan memperluas ruang pengabdian LDII. Di Aceh, kami juga terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah agar delapan bidang pengabdian LDII selaras dengan program pembangunan daerah,” jelasnya.
Marzuki Ali juga menyoroti pentingnya penguatan “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa” yang disebut selaras dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menyatakan DPW LDII Aceh akan fokus memperkuat program yang sudah ada agar lebih berdampak nyata.
“Kami sepakat bahwa yang terpenting bukan menambah program baru, tetapi mempertajam dan mensinergikan delapan bidang tersebut supaya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Aceh,” katanya.
Dalam konteks isu lingkungan hidup yang menjadi perhatian Rapimnas, DPW LDII Aceh mendukung gerakan Go Green, termasuk penggunaan tumbler dan pengurangan plastik sekali pakai dalam setiap kegiatan organisasi. Menurutnya, langkah kecil tersebut memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
“Kampanye penggunaan tumbler dan pengurangan sampah plastik sangat relevan. Kami siap menerapkannya dalam setiap agenda LDII di Aceh sebagai bentuk tanggung jawab menjaga bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” pungkas Marzuki Ali.
