DPW LDII Provinsi Aceh
Daerah

Awali Ramadhan dengan Shalat Tarawih, LDII Banda Aceh Tekankan Keutamaan dan Pahala

Warga LDII Kota Banda Aceh melaksanakan shalat tarawih, Rabu (19/2). Foto: Lines Aceh/Hafidz

Banda Aceh, LDII Aceh – Warga LDII Kota Banda Aceh memulai rangkaian ibadah bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan menggelar shalat tarawih perdana di Masjid Al Mukmin, Lamgugob, Banda Aceh, Rabu malam (19/2). Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa sejak usai shalat Isya, ketika jamaah dari berbagai usia mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua memadati saf-saf masjid.

Ketua LDII Kota Banda Aceh Abdul Salam mengatakan momentum Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah tahunan, melainkan sarana pembinaan spiritual bagi seluruh warga. Menurutnya, setiap memasuki bulan suci, LDII telah menyiapkan program pembinaan bertajuk 5 Sukses Ramadhan sebagai pedoman bersama dalam mengoptimalkan amalan.

“Alhamdulillah, setiap Ramadhan kami menargetkan lima kesuksesan, yaitu sukses puasa, sukses shalat tarawih, sukses tadarus Al-Qur’an, sukses itikaf lailatul qadar, dan sukses menunaikan zakat. Ini bukan hanya slogan, tetapi menjadi program pembinaan yang kami jalankan,” katanya.

Ia menjelaskan, karena momen awal Ramadhan diawali dengan shalat tarawih, maka ibadah malam ini memiliki makna penting sebagai pembuka rangkaian ibadah selama sebulan penuh. Menurutnya, tarawih merupakan amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW.

“Dalam hadis disebutkan, siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Ini keutamaan yang luar biasa. Karena itu, mari kita hidupkan malam-malam Ramadhan dengan penuh kesungguhan,” katanya.

Abdul Salam menambahkan, shalat tarawih bukan hanya soal jumlah rakaat, tetapi juga tentang kualitas kekhusyukan, ketertiban berjamaah, serta kesungguhan. Ia mengingatkan agar jamaah menjaga adab di dalam masjid dan menghadirkan hati dalam setiap rakaat.

“Yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan. Kita hadir tepat waktu, saf dirapatkan dan diluruskan, mengikuti imam dengan tertib, serta menyimak bacaan Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Insya Allah, di situlah nilai pahala semakin besar,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan tarawih sebagai amalan yang terus dijaga. Menurutnya, suasana masjid yang hidup pada malam Ramadhan akan membentuk karakter religius dan memperkuat kebersamaan antarwarga.

“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Melalui tarawih berjamaah, kita belajar disiplin, belajar sabar, dan belajar menjaga semangat ibadah secara konsisten. Mudah-mudahan ini menjadi bekal setelah Ramadhan berakhir,” katanya.

Selain menghidupkan tarawih, LDII Kota Banda Aceh juga menggiatkan tadarus Al-Qur’an, serta mempersiapkan itikaf pada sepuluh malam terakhir guna meraih lailatul qadar. Pada sisi sosial, warga diimbau untuk menunaikan zakat tepat waktu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Abdul Salam berharap semangat tarawih di malam pertama ini dapat terus terjaga hingga akhir Ramadhan, sehingga seluruh warga benar-benar meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

“Mari kita jaga semangat ini. Jangan hanya ramai di awal, tetapi terus istiqamah sampai malam terakhir. Semoga Ramadhan tahun ini membawa ampunan, pahala yang berlipat ganda, dan perubahan diri yang lebih baik bagi kita semua,” tutupnya.

Related posts

Leave a Comment