
Banda Aceh, LDII Aceh – Di tengah cepatnya tren kesehatan berganti di TikTok, metode 30-30-30 justru terbilang mampu bertahan dan terus diperbincangkan. Pola ini disebut-sebut efektif membantu menurunkan maupun menjaga berat badan, terutama bagi mereka yang kesulitan memulai rutinitas diet.
Metode 30-30-30 dikenal dengan konsep sederhana, yakni mengonsumsi 30 gram protein dalam 30 menit setelah bangun tidur, lalu dilanjutkan latihan kardio intensitas rendah selama 30 menit. Pendekatan ini dinilai mudah diikuti dan tidak membutuhkan peralatan khusus.
Metode tersebut dipopulerkan oleh biohacker dan pegiat gaya hidup panjang umur, Gary Brecka, serta sebelumnya juga dibahas dalam buku The Four Hour Body karya Tim Ferriss. Seiring waktu, konsep ini kembali viral berkat konten-konten singkat di media sosial.
Pelatih kebugaran menilai, secara umum, prinsip dasar metode ini memiliki manfaat kesehatan. Personal trainer Eve Overland menjelaskan bahwa komitmen terhadap aktivitas fisik ringan di pagi hari dapat memberi dampak positif bagi tubuh.
“Berkomitmen untuk berolahraga selama 30 menit dengan intensitas rendah dapat mendukung kesehatan kardiovaskular, meningkatkan sensitivitas insulin, serta membantu menjaga tingkat aktivitas harian secara keseluruhan,” ujar Overland, seperti dikutip dari Good Housekeeping.
Selain aktivitas fisik, fokus pada asupan protein di pagi hari juga dinilai membantu mengendalikan nafsu makan. Prioritas protein disebut mampu memberikan rasa kenyang lebih lama, menjaga kestabilan gula darah, serta mendukung energi sepanjang hari.
Asupan 30 gram protein di pagi hari juga dikaitkan dengan pemeliharaan massa otot. Dengan rasa kenyang yang bertahan lebih lama, keinginan untuk makan berlebihan pun dapat ditekan.
Meski begitu, sejumlah ahli mengingatkan bahwa metode 30-30-30 tetap perlu disikapi secara bijak. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan sumber protein. Dalam program penurunan berat badan, kandungan kalori tetap harus dihitung agar tidak melebihi kebutuhan harian.
Selain itu, memperoleh 30 gram protein dari bahan pangan utuh bukan perkara mudah. Porsi makanan yang dibutuhkan cukup besar, sehingga sebagian orang memilih menggunakan protein bubuk sebagai alternatif.
Hal lain yang tak kalah penting, hingga kini metode 30-30-30 belum memiliki dukungan ilmiah yang kuat. Belum ada penelitian komprehensif yang secara khusus membuktikan bahwa pola ini mampu menurunkan lemak tubuh atau meningkatkan metabolisme secara signifikan.
Dengan demikian, metode 30-30-30 bisa dijadikan opsi awal untuk membangun kebiasaan sehat, namun tetap perlu dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif agar hasilnya optimal.
